BENGKALIS — Di tengah gelombang aksi damai mahasiswa IAIN Datuk Laksemana Bengkalis, muncul sorotan tajam terhadap sikap Presidium Mahasiswa (PRESMA) yang dinilai tidak berpihak pada aspirasi mahasiswa.
Presma IAIN DLB, Aminurrahman, disebut justru berdiam diri di saat mahasiswa menyampaikan keresahan. Mahasiswa menilai sikap ini memalukan, seolah lembaga yang seharusnya menjadi suara mahasiswa justru memilih bungkam tanpa sikap tegas maupun pembelaan.
Sebelum aksi dilaksanakan, rencana pelaksanaan Forum Group Discussion (FGD) dua hari sebelum hari H diusulkan oleh pihak PRESMA. Namun rencana tersebut secara tegas ditolak oleh Aliansi GEMA karena dianggap bukan waktu yang tepat dan berpotensi membuyarkan momentum aksi yang telah disepakati bersama.
Kini muncul informasi bahwa pihak PRESMA berencana kembali menggelar FGD pasca aksi mahasiswa hari ini. Langkah ini pun menjadi sorotan di kalangan mahasiswa yang menilai seharusnya pihak lembaga lebih fokus memperjuangkan tuntutan yang telah disampaikan secara langsung kepada pimpinan kampus.
Koordinator aksi, Fandi Wahidi, menyampaikan, “PRESMA seharusnya menjadi benteng mahasiswa, bukan justru ikut membungkam suara kami. Jika lembaga mahasiswa tidak memihak mahasiswa, untuk apa lembaga itu berdiri di tengah kita?”
Mahasiswa menegaskan PRESMA harus kembali berpihak pada mahasiswa, bukan pada kepentingan elit kampus. Mereka menuntut lembaga ini tidak lagi menutup mata terhadap suara dan keresahan rekan-rekannya yang sedang memperjuangkan hak-hak bersama.
Mahasiswa juga menuntut agar fungsi dan tanggung jawab PRESMA dijalankan sebagaimana mestinya sebagai lembaga representatif yang sejati, bukan sekadar lembaga yang hanya ada di atas kertas dan penuh dengan formalitas belaka.
Pesan yang disampaikan mahasiswa sangat jelas: “Jangan biarkan kepemimpinan hanya menjadi jabatan, bukan pengabdian. Jangan jadi PRESMA yang hanya ada di atas kertas tanpa suara yang lantang membela mahasiswa.”
Mahasiswa bukan penonton, melainkan bagian dari perubahan itu sendiri. Kehadiran mereka di lapangan adalah bukti bahwa keresahan tidak bisa terus dibiarkan tanpa solusi yang nyata.
Mahasiswa menegaskan, suara mereka bukan ancaman, melainkan masa depan yang lebih baik. Karena kampus ini milik kita semua, perjuangan hak-hak mahasiswa harus terus dijalankan sampai tuntutan dipenuhi.
Sumber : Aliansi GEMA IAIN Datuk Laksamana Bengkalis
Editor : Redaksi Media 3k3 Group/Fjr